Senin, 06 Agustus 2018

WHY I LOVE UDINUS ?




              Universitas Dian Nuswantoro, Kampus yang terletak di Jalan Imam Bonjol ini berdiri pada tahun 1986. Diawali dengan pendirian sebuah lembaga kursus komputer IMKA yang berlokasi di kota Semarang. Karena kegigihannya  dalam membuka dan menciptakan peluang besar serta ketahannya dalam menghadapi berbagai rintangan, IMKA berhasil tumbuh dan berkembang serta menyebar ke berbagai kota di Pulau Jawa Seperti, Semarang, Surakarta , Yogyakarta, Jakarta, Bandung.IMKA Juga berhasil meraih Akreditasi dari NCC-London ( The National Computing Centre
) Dimana dengan Akreditasi si ini IMKA juga mempunyai kewenangan untuk mengajar dan menerbitkan International Certificate.

               Why We Love Udinus ?
Pertama, Karena Udinus Adalah kampus yang sangat maju dan Akreditasinya sudah A dibanding dengan Universitas-Universitas Lainnya, dan juga terkenal dengan ketatnya peraturan.
Kedua, Karena Udinus Adalah Satu-Satunya Kampus yang mampu bersaing dengan kampus negeri lainnya Di Semarang, Dan Udinus juga satu-satunya kampus yang mempunyai lab terbesar dan terbanyak ditambah kalau ada test komputer pasti larinya ke Udinus untuk test disitu.
Ketiga, Selain bangunannya yang megah Udinus juga terletak di tengah tengah kota dan memudahkan mahasiswanya untuk berinteraksi dengan dunia kota, Dan memudahkan untuk membeli barang barang penting tidak harus jauh jauh dari desa kekota karena letaknya sudah di tengah padatnya kota Semarang.
Keempat, Selain itu Udinus juga terkenal dengan prestasinya baik Akademik maupun Non Akademik banyak sekali prestasi yang diraih Mahasiswa Udinus dari tahun ke tahun  Contohnya, Dalam cabang Basket, Taekwondo, Karate Dan masih banyak lagi.
Kelima, Satu satunya yang saya sukai dari Udinus adalah dengan cabang olahraga basketnya yang sangat maju dan orangnya ganteng ganteng kaya saya ini.


Sekian Berita yang saya sukai dari Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Masih banyak lagi tapi saya tidak bisa menyebutkan satu persatu. I LOVE UDINUS <3

JUARA DUNIA 2018 PIALA DUNIA BARU






Moskow - Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018. Les Bleus mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 dalam laga final yang dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB.

Prancis unggul cepat di laga ini setelah Mario Mandzukic bikin gol bunuh diri di menit 18. Namun Kroasia bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan voli Ivan Parisic. Penalti Antoine Griezmann membuat Prancis kembali unggul 2-1 saat turun minum.

Di babak kedua, skuat besutan Didier Deschamps membuat dua gol tambahan melalui Paul Pogba dan Kylian Mbappe. Sementara Kroasia hanya menambah satu melalui Manduzkic, memanfaatkan kesalahan yang dibuat kiper Hugo Lloris.

Prancis pun menjadi juara Piala Dunia 2018.

Ini menjadi titel kedua Prancis, setelah yang pertama didapat pada tahun 1998. Di 2006 Prancis juga masuk final, tapi mereka kalah melalui adu penalti dari Italia.

Bagi Kroasia, kekalahan ini memupus harapan mereka untuk merebut trofi Piala Dunia untuk kali pertama. Ini jadi capaian terbaik negara tersebut di Piala Dunia, setelah pada 1998 merebut posisi tiga.

THOMAS ALFA EDISON


Thomas Alfa Edison adalah salah satu ilmuwan paling masyhur di dunia. Hasil-hasil temuannya mencatatnya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia. Thomas pun seorang pengusaha yang sukses. Kesuksesan Thomas Alfa Edison tidak lepas dari dedikasi Nancy Matthews Edison, seorang ibu luar biasa yang berhasil mendidik dan mengembangkan minat Thomas.

Masa Kecil

thomas alfa edison kecil
Thomas Alfa Edison ketika masih kanak-kanak.
Tidak ada yang menyangka bahwa ilmuwan sekaliber Thomas Alfa disebut sebagai anak idiot atau bodoh ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia tidak benar-benar bodoh, tetapi Thomas tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah karena ia merasa bosan dengan cara belajar di sekolah.
Thomas terbiasa belajar dengan banyak bertanya kepada ibunya. Saat di sekolah, ia hanya diminta duduk manis dan memperhatikan gurunya menjelaskan, kemudian menghafal segala sesuatu yang dijelaskan oleh gurunya dan hal tersebut sama sekali tidak menarik minatnya. Ia pun sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang terlintas dalam benaknya dan dinilai tidak masuk akal oleh gurunya, seperti “Kenapa ayam berbulu dan manusia tidak berbulu?“, “Kenapa bulu manusia berbeda dengan bulu ayam?“, “Bagaimana bulu ayam bisa menempel di tubuhnya?
Thomas sempat berpikir bahwa dirinya benar-benar bodoh karena diperlakukan sebagai anak bodoh di sekolah. Namun, sang ibu terus membangun rasa percaya dirinya. Sang ibu pun mengeluarkan Thomas dari sekolah. Thomas hanya bersekolah di sekolah formal selama 3 bulan. Di bawah bimbingan sang ibu, Thomas belajar materi-materi dasar sekolah, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Sang ibu memperkenalkan ilmu pengetahuan alam, sejarah, dan sastra kepada Thomas melalui buku-buku. Karena minat Thomas yang tinggi pada percobaan, Nancy pun membuatkan laboratorium kecil-kecilan di rumah untuk Thomas.
Cara mengajar Nancy (sang ibu) yang menarik meningkatkan semangat Thomas dalam menimba ilmu. Karakter yang dibangun oleh Nancy pada Thomas menjadikan anak terakhirnya ini lebih dewasa dibandingkan anak-anak seusianya. Rahasia kesuksesan Nancy dalam mendidik Thomas Alfa Edison adalah ia mendedikasikan seluruh waktunya bagi pendidikan Thomas. Ia juga tidak memaksakan kehendak, tetapi berusaha mengembangkan pengalaman dan mencari berbagai cara yang menarik untuk menggugah rasa ingin tahu dan keinginan Thomas agar dapat belajar mandiri.
Ketika berusia 12 tahun, Thomas memutuskan untuk bekerja. Ia berjualan Koran di sebuah jalur kereta api di sepanjang rute dari Pot Huron ke Detroit. Pada tahun 1861, terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian banyak orang. Thomas melihat peluang ini, ia pun membeli sebuah alat cetak tua dan mencetak korannya sendiri, Weekly Herald, saat berusia 15 tahun.

Masa Muda

Young Thomas Alfa Edison
Thomas Alfa Edison ketika muda.
Thomas memiliki pendengaran yang kurang baik bukan  karena ia benar-benar tuli, melainkan ia mengalami gangguan pendengaran. Ada yang menyebutkan bahwa kehilangan pendengaran ini akibat penyakit dan ada pula yang mengatakan karena kecelakaan (petugas stasiun memukul Thomas karena terjadi kebakaran di kereta akibat laboratoriumnya). Namun, Thomas tidak mengeluhkan hal itu atau menjadikannya kekurangan. Ia menganggap itu sebagai sebuah keuntungan sebab ia jadi memiliki waktu lebih banyak untuk berpikir dibandingkan mendengarkan pembicaraan kosong.
Thomas mendaftarkan hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder, tetapi tidak ada orang yang membelinya. Akhirnya, Thomas pun memutuskan untuk membuat alat yang menarik minat orang untuk membelinya. Ia beralih ke peralatan komersil. Thomas berhasil melakukan pengembangan stock ticker dan menjualnya kepada sebuah perusahaan seharga $40.000. Dengan uang ini, ia membangun sebuah laboratoriun dan perusahaan di Menlo Park, New Jersey.

Percobaan Lampu Pijar

Lampu Pijar Pertama Thomas Alfa Edison
Lampu Pijar Pertama Thomas Alfa Edison
Pada tahun 1877, Thomas mencurahkan tenaga, waktu, dan uangnya untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya adalah ia harus bisa menemukan bahan yang bisa berpijar, tetapi tidak terbakar ketika dialiri arus listrik. Thomas telah melakukan percobaan dengan 6.000 bahan berbeda. Akhirnya, pada 21 Oktober 1879, terciptalah lampu listrik pertama yang dapat menyala selama 40 jam. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.
Mengenai pecobaannya ini, Edison pernah memprotes surat kabar yang menuliskan berita utama berjudul “Setelah 9.955 Kali Gagal Menemukan Bola Lampu Pijar, Edison Akhirnya Berhasil Menemukan Lampu yang Menyala.” Thomas pun meminta judulnya diubah menjadi “Setelah 9.955 Kali Berhasil Menemukan Lampu yang Gagal Menyala, Edison Akhirnya Berhasil Menemukan Lampu yang Menyala.”
Pesan dari Thomas Alfa Edison adalah betapa banyak orang yang menyerah, padahal hanya perlu beberapa langkah lagi untuk sampai pada keberhasilan.
Dan, satu kalimat bijak dari beliau yang selalu menjadi penyemangatnya, “Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.”
Thomas mulai bekerja pada usia yang sangat muda dan terus bekerja hingga akhir hayatnya. Sepanjang hidupnya, Thomas telah mematenkan sekitar 1.093 hasil penemuannya, termasuk lampu pijar, gramofon, dan kamera film. Ketiga penemuannya ini membangkitkan industri listrik, rekaman, dan film yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Thomas meninggal dunia pada usia 84 tahun.
Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah Thomas adalah sikapnya yang pantang menyerah, optimis dalam melihat segala hal, dan jeli melihat peluang. Apa lagi inspirasi dari Thomas Alfa Edison yang dapat kita ambil? Dari situlah kita tahu bahwa sebagai manusia kita harus selalu berusaha walaupun gagal terus menerus.

BAHAYA NARKOBA BAGI KESEHATAN



Bahaya Narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan.  Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.
Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia
Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan empat dampak sebagai berikut:
  1. Depresan
    Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
  2. Halusinogen
    Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).
  3. Stimulan
    Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan kematian.
  4. Adiktif
    Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi kritis (sakaw).
Adapun bahaya narkoba berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:
  1. Opioid:
    • Depresi berat
    • Apatis
    • Rasa lelah berlebihan
    • Malas bergerak
    • Banyak tidur
    • Gugup
    • Gelisah
    • Selalu merasa curiga
    • Denyut jantung bertambah cepat
    • Rasa gembira berlebihan
    • Banyak bicara namun cadel
    • Rasa harga diri meningkat
    • Kejang-kejang
    • Pupil mata mengecil
    • Tekanan darah meningkat
    • Berkeringat dingin
    • Mual hingga muntah
    • Luka pada sekat rongga hidung
    • Kehilangan nafsu makan
    • Turunnya berat badan
  2. Kokain
    • Denyut jantung bertambah cepat
    • Gelisah
    • Rasa gembira berlebihan
    • Rasa harga diri meningkat
    • Banyak bicara
    • Kejang-kejang
    • Pupil mata melebar
    • Berkeringat dingin
    • Mual hingga muntah
    • Mudah berkelahi
    • Mendarahan pada otak
    • Penyumbatan pembuluh darah
    • Pergerakan mata tidak terkendali
    • Kekakuan otot leher
  3. Ganja
    • Mata sembab
    • Kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
    • Sering melamun
    • Pendengaran terganggu
    • Selalu tertawa
    • Terkadang cepat marah
    • Tidak bergairah
    • Gelisah
    • Dehidrasi
    • Tulang gigi keropos
    • Liver
    • Saraf otak dan saraf mata rusak
    • Skizofrenia
  4. Ectasy
    • Enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat,
    • Berkeringat
    • Sulit tidur
    • Kerusakan saraf otak
    • Dehidrasi
    • Gangguan liver
    • Tulang dan gigi keropos
    • Tidak nafsu makan
    • Saraf mata rusak
  5. Shabu-shabu:
    • Enerjik
    • Paranoid
    • Sulit tidur
    • Sulit berfikir
    • Kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa sesak nafas
    • Banyak bicara
    • Denyut jantung bertambah cepat
    • Pendarahan otak
    • Shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.
  6. Benzodiazepin:
    • Berjalan sempoyongan
    • Wajah kemerahan
    • Banyak bicara tapi cadel
    • Mudah marah
    • Konsentrasi terganggu
    • Kerusakan organ-organ tubuh terutama otak
Perilaku pemakai untuk mendapatkan narkoba
  • Melakukan berbagai cara untuk mendapatkan narkoba secara terus-menerus
  • Pemakai yang sudah berada pada tahap kecanduan akan melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan narkoba kembali. Misalnya, pelajar bisa menggunakan uang sekolahnya untuk membeli narkoba jika sudah tidak mempunyai persediaan uang.
  • Bahkan, mereka bisa mencuri uang dari orangtua, teman, atau tetangga. Hal tersebut tentu akan mengganggu stabilitas sosial.
  • Dengan kondisi tubuh yang rusak, mustahil bagi pemakai untuk belajar, bekerja, berkarya, atau melakukan hal-hal positif lainnya.

WHY I LOVE UDINUS ?

              Universitas Dian Nuswantoro, Kampus yang terletak di Jalan Imam Bonjol ini berdiri pada tahun 1986. Diawali dengan pendi...